yogadwipa.com

Dalam Masa Pandemi, Kita Semua Mencoba Bertahan

black plague pinterest

sumber: pinterest

Kita tidak sedang baik-baik saja. Keadaan di mana kita harus menutup dan menjaga jarak dari yang lainnya ternyata melelahkan. Bahkan bagi kaum introvert sekalipun. Mereka yang biasanya akan sangat menikmati momen untuk tidak kemana-mana, selalu ingin segera pulang, kali ini juga terdampak kejemuan. Yang paling tenang pun merasa jemu sekarang.

Pandemi ini menyebabkan kita sebagai anggota masyarakat mengubah cara berinteraksi. Ya memang, banyak yang tidak mau berubah. Masih saja ada yang menolak untuk memperhatikan bahwa dalam situasi yang sejatinya genting ini kita harus rela berubah, tetapi tidak melakukan apa-apa. Alasannya sangat “tidak berdosa”, yaitu: “toh kami masih baik-baik saja”.Selengkapnya »Dalam Masa Pandemi, Kita Semua Mencoba Bertahan

Ranah 3 Warna: Sebuah Usaha Mengingat Kembali

“…..Rupanya man jadda wajada saja tidak selalu cukup. Aku hanya akan seperti badak yang terus menabrak tembok tebal. Seberapa pun kuatnya badak itu, lama-lama dia akan pening dan kelelahan…..Jarak antara usaha dan hasil harus diisi dengan sebuah keteguhan hati…..”

RANAH 3 WARNA

Ranah 3 Warna

Buku ini mengantarku kepada cuplikan masa di mana diri sedang diuji kencang dan membutuhkan usaha yang sangat untuk bersabar. Kisah SMA tidak hanya menawarkan kesenangan dan kebanggaan, tapi juga ujian-ujian “kecil” yang melatih mental kita untuk siap menghadapi ujian yang lebih besar. Pun begitu dengan kisah-kisah berikutnya sampai sekarang.

Kisah Alif selepas dari Pondok Madani yang penuh seru dan debar semangat dalam Negeri 5 Menara akan menemukan Selengkapnya »Ranah 3 Warna: Sebuah Usaha Mengingat Kembali

3 Profesi Kekinian yang Menjanjikan di Era Digital

info.focustsi.com

info.focustsi.com

Tahun baru ganti pekerjaan baru? Kenapa tidak?

Era digital membuat lingkungan bisnis menjadi sangat dinamis. Sengitnya persaingan usaha dan perkembangan teknologi memaksa perusahaan untuk menyesuaikan strategi dan aksi bisnis dengan cepat, dan tidak jarang pula dengan perubahan yang drastis. Hal ini menyebabkan beberapa fungsi pekerjaan harus berubah, ditambahkan atau bahkan musnah.

Nah, di sini saya akan membahas profesi kekinian yang dibutuhkan untuk memenangkan kompetisi bisnis di era digital. Tiga profesi yang menjanjikan baik dari segi karir maupun penghasilan di tahun ini bahkan sampai 5 tahun yang akan datang. Lengkap dengan deskripsi pekerjaannya, kemampuan yang dibutuhkan untuk sukses, gaji dan siapa saja yang berprofesi di bidang tersebut.

Selengkapnya »3 Profesi Kekinian yang Menjanjikan di Era Digital

4 Perusahaan Consumer Goods Terbaik Indonesia

blog jobplanet

Setelah pada tulisan sebelumnya membahas mengenai pengenalan industri fast moving consumer goods, kali ini akan coba diperkenalkan perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di industri tersebut. Perusahaan – perusahaan ini ada yang levelnya internasional/multinational corporation atau perusahaan consumer goods nasional. Perusahaan – perusahaan ini menguasai pasar konsumsi dengan produk unggulannya. Mereka menjadi market leader karena merupakan pioneer produk atau perusahaan yang pertama kali mengenalkan produknya ke pasar dan menguasai benak konsumen.

Kita bisa lihat contoh Aqua untuk air mineral, Odol (yang sebenarnya merupakan merek pasta gigi dari Jerman) untuk pasta gigi. Mereka adalah pelopor dan yang pertama memasarkan produknya ke Indonesia. Alhasil, brand mereka menjadi identik dengan produk tersebut. Masyarakat mengasosiasikan produk dengan menyebut brand mereka. Bahkan pada daerah tertentu, terdapat penyebutan salah satu merek sepeda motor sebagai asosiasi dari sepeda motor merk apapun.

Tidak hanya perusahaan consumer goods luar yang merajalela di pasar barang konsumsi Indonesia. Di bawah ini adalah 4 perusahaan consumer goods nasional yang beberapa produknya masuk daftar 10 merek terbaik 2014 dari Kantar Worldpanel Indonesia:

Selengkapnya »4 Perusahaan Consumer Goods Terbaik Indonesia

Mengenal HORENSO: Metode Pelaporan Kerja ala Jepang

vnmanpower dot com

vnmanpower.com

“Makanya horenso-nya dong, share, jangan apa-apa dipikir sendiri.”

Bagi teman-teman yang sedang atau pernah bekerja di perusahaan Jepang, tentunya tidak asing dengan kalimat di atas. Biasanya kalau atasan mengetahui ada masalah dengan tugas yang sedang dikerjakan bukan dari kita langsung, kalimat teguran di atas akan kita dapatkan. Horenso ini adalah salah satu elemen dari budaya kerja Jepang.

Perusahaan – perusahaan Jepang menggunakan horenso dalam komunikasi bisnis internal mereka. Horenso sendiri sebenarnya adalah akronim dari Hokoku-Renraku-Sodan atau Report (Melapor) – Contact (Menghubungi) – Consult (Berkonsultasi). Metode ini dapat dipraktikkan oleh seorang atasan dan seorang bawahan, klien dan pemasok, manajer dan staf.

Latar Belakang

Ditemukan suatu temuan yang menarik oleh seorang pionir keselamatan industri AS bernama Herbert Heinrich (1886-1962). Bahwa di dalam 1 kecelakaan pada lingkungan kerja, di belakangnya ada 29 “kecelakaan kecil” yang mengikuti sebelumnya. Kumpulan masalah yang dianggap remeh/kecil ternyata menjadi akumulasi yang menyebabkan masalah besar. Heinrich menyebutkan jika human error atau kesalahan manusia adalah penyebab penumpukkan masalah tersebut.

Frank Bird Jr. (1921-2007) menyempurnakan teori Heinrich dengan menekankan bagaimana pentingnya manajemen kontrol dalam suksesnya program pencegahan kecelakaan. Diperlukan informasi dan penjelasan tentang bahaya yang ada sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan yang tidak perlu.

Tujuan

Dari 2 teori di atas, terdapat akar masalah yang sama tentang bagaimana kecelakaan atau masalah terjadi. Yaitu human error yang kebanyakan berupa lupa dan kekurang pahaman sumber daya manusia terkait atas pekerjaannya. Horenso bertujuan untuk

Selengkapnya »Mengenal HORENSO: Metode Pelaporan Kerja ala Jepang