Mengenal Fast Moving Consumer Goods

https://unsplash.com/photos/SZOToqeG1SY

Pada tulisan tentang ritel, kita mengetahui bahwa toko ritel menjual berbagai macam produk kepada konsumen akhir.

Dari mana produk-produk itu berasal? Nah kita akan membahas sebuah industri beserta produknya yang mengisi toko-toko ritel tersebut, baik yang tradisional maupun modern. Industri itu adalah Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau bisa disebut dan digolongkan sebagai Consumer Goods.

 

Fast Moving Consumer Goods

Sebenarnya FMCG sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Sejak mandi pagi, kita bisa menjumpainya pada pasta dan sikat gigi, sabun mandi, sabun muka, dan sampo. Ketika kita menuju ke meja makan untuk sarapan pun, ada berbagai sajian seperti roti tawar, selai, keju, jus dan susu kemasan, serta lain sebagainya. Coba buka kulkas kalian dan lihat isinya. Makanan dan minuman kemasan yang kalian simpan di kulkas adalah barang konsumen juga.

Kita mendapatkan produk FMCG tersebut dari membelinya melalui ritel modern seperti Indomart dan Transmart, atau dari warung kelontong Bang Fritz Batak dan warung sembako Cak Imron Madura. Kadang kita bisa melihat karyawan perusahaan FMCG mengecek dan mengisi kembali persediaan produk mereka atau sedang menawarkan program marketing terbaru mereka di supermarket atau warung.

Porsi produk FMCG dalam kehidupan harian kita sangat besar. Industri FMCG menawarkan banyak peluang, baik lowongan kerja maupun peluang kerja sama bisnis. Tapi, apakah kalian sudah benar-benar ngeh dengan apa itu FMCG? 

Definisi

Berdasarkan situs oxfordreference.com, definisi fast moving consumer goods adalah produk-produk yang cepat habis dari rak toko ritel, sehingga harus distok ulang secara berkala. Sedangkan menurut collinsdictionary.com, definisi fast moving consumer goods adalah produk-produk dengan harga terjangkau yang masyarakat terbiasa membelinya secara rutin, seperti produk makanan-minuman di supermarket dan produk-produk toiletries (produk yang digunakan untuk keperluan mandi).

Fast moving consumer goods juga dapat didefinisikan sebagai produk-produk dengan harga relatif terjangkau yang terjual sangat cepat. Produk utamanya adalah barang konsumen yang tidak tahan lama, yang sangat sering dibutuhkan, dan pada beberapa kasus sampai dalam keseharian seorang konsumen. Bentuk produknya sangat beraneka ragam, mulai dari deterjen, toiletries, produk makanan-minuman, dan sebagainya. (Jyotica Singh, 2014)

Dari beberapa definisi di atas, secara sederhana saya mengartikan fast moving consumer goods adalah barang konsumen dengan harga relatif terjangkau yang mudah terjual karena dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Karakteristik Produk FMCG

Dari beberapa definisi yang ada, dapat disimpulkan bahwa barang konsumen memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • biasanya diproduksi secara massal;
  • memerlukan jaringan distribusi yang luas;
  • sifat fisik produknya mudah rusak karena dibuat untuk tujuan dikonsumsi secara rutin;
  • memiliki harga jual yang terjangkau atau relatif murah bagi kebanyakan konsumen;
  • memiliki tingkat kontribusi keuntungan yang rendah per produknya;
  • tidak membuat konsumen berpikir terlalu lama untuk membelinya;
  • memiliki usia display dan persediaan di toko ritel yang pendek karena cepat terjual.

 

Sifat Konsumsinya

Berdasarkan frekuensi dan durasi konsumsinya, produk FMCG dapat dibagi menjadi:

  • Semidurable Goods

Produk yang semi-tahan lama, yaitu produk yang dikonsumsi dalam banyak kesempatan dan memiliki usia harapan awet untuk digunakan selama satu tahun. Contohnya seperti pakaian dan alat kebersihan rumah tangga (seperti: sapu, kemoceng, kain pel).

  • Nondurable Goods

Produk yang tidak tahan lama, yaitu produk yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan.  Contohnya seperti produk makanan-minuman, produk kebutuhan rumah tangga, dan produk perawatan tubuh.

 

Ragam Jenis Produk

Produk-produk FMCG yang tersedia di Indonesia sangat bervariasi, namun dapat kita bagi dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  • Foods and Beverages (Makanan-Minuman)

Yang termasuk dalam kategori ini termasuk makanan-minuman yang bisa dikonsumsi tanpa diolah maupun yang masih harus diolah seperti makanan beku dan makanan segar.

  1. ragam makanan ringan kemasan, seperti keripik kentang, biskuit, roti dsb;
  2. ragam minuman kemasan, seperti teh kemasan, minuman isotonik, kopi kemasan, dsb;
  3. mi instan, sereal, pasta siap seduh, bumbu instan;
  4. minyak goreng, saus, kecap, dsb;
  5. telur, susu segar, buah dan sayuran segar, french fries beku.
  • Personal Care (Perawatan Pribadi)

Produk-produk untuk keperluan mandi, kebersihan badan, atau untuk menjaga penampilan.

  1. sabun mandi, sabun muka, sampo, pasta gigi;
  2. minyak rambut, parfum, deodorant, antiseptik kumur dsb;
  3. tisu basah, tisu toilet, kosmetik, dsb.
  • Household Care (Perlengkapan Rumah Tangga)

Segala produk yang digunakan untuk membersihkan dan menjaga kenyamanan rumah.

  1. sapu, kemoceng, alat pel, sikat pembersih, spons cuci piring dsb;
  2. cairan pembersih piring, deterjen pakaian, cairan pembersih lantai, pembersih kaca, dsb;
  3. pewangi ruangan, obat nyamuk/serangga, dsb;
  4. batu baterai;
  5. obatan-obatan tanpa resep, seperti: obat masuk angin, minyak kayu putih/balsem, obat pereda sakit kepala, flu, dan pereda demam.

 

Industri FMCG

Sejak Unie, perusahaan penghasil margarin asal Belanda, dan Lever Brothers, perusahaan Inggris produsen sabun memutuskan untuk merger pada tahun 1929 menjadi Unilever, industri FMCG modern di dunia dan Indonesia telah berkembang dengan berbagai dinamikanya sampai dengan sekarang. Lingkup industri ini pun terbentang dari sektor produksi, distribusi, hingga grosir dan ritel, sampai akhirnya produk dikonsumsi oleh konsumen akhir. Melihat dibutuhkannya banyak sektor untuk mendukung produk ini sampai ke tangan konsumen akhir, industri FMCG menawarkan banyak peluang.

Karena melibatkan jaringan distribusi yang luas, produsen FMCG membutuhkan penyedia jasa logistik untuk menyalurkan dan menyebarkan produknya. Terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil, dipisahkan oleh selat-lautan, dan kondisi daratan pulaunya sendiri juga beragam, memerlukan jasa logistik yang banyak dan dapat diandalkan. Perusahaan logistik lokal dapat bekerja sama untuk mendistribusikan produk, dengan penguasaan pengetahuan atas kondisi medan logistik di daerahnya.

Luasnya wilayah Indonesia juga membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke bisnis grosir ataupun ritel, karena memiliki local wisdom dan pengetahuan pasar daerahnya, menjadi keunggulan pengusaha lokal–apalagi jika produk FMCG tertentu belum terlalu ramai dipasarkan di daerah tersebut–untuk memasuki sektor bisnis ini dan menjadi agen penjual produk itu di daerah.

Pengusaha dengan modal terbatas juga bisa menjadi agen penjual dengan menjual produk fmcg melalui platform marketplace e-commerce atau mengembangkan toko online sendiri.

Besarnya peluang bisnis industri ini juga membuka peluang lowongan pekerjaan yang besar. Bekerja di perusahaan FMCG pun menjadi incaran dan kebanggaan para pencari kerja, karena menawarkan penghasilan yang cukup besar dan kesempatan belajar yang terbuka. Perusahaan FMCG dikenal sebagai penghasil marketer dan salesman yang handal. Dari perusahaan pendukung industri seperti perusahaan distribusi/logistik, ritel grosir dan convenience baik yang modern maupun yang tradisional pun membutuhkan banyak karyawan.

Tantangan industri FMCG pada era pandemi COVID-19 (tahun 2020 – 2021) adalah daya beli konsumen yang terbatas. Hal ini disebabkan karena para pelaku ekonomi terpaksa harus mengurangi kegiatan usahanya karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan, sehingga pertumbuhan ekonomi pun menurun hingga minus.

Karena karakter produknya yang diproduksi secara massal dan tidak terlalu memiliki faktor pembeda dari segi harga atau rasa dan manfaat produk yang terlalu jauh dari produk saingannya, produk FMCG sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dari berbagai kelas kesejahteraan. Bahkan, banyak merek produk yang namanya sangat kuat di masyarakat, sehingga beberapa nama merek digunakan secara umum untuk menyebut semua produk dalam varian atau jenis yang sama dengan merek tersebut, seperti Aqua, Indomie, Odol, Pampers, sampai merek alat tulis, Tipp-Ex.

 

Perusahaan FMCG Dunia

Berdasarkan daftar 10 besar perusahaan FMCG dunia tahun 2020 dari mbaskool.com:

  1. Nestle AG
  2. Johnson & Johnson
  3. Pepsi Co
  4. Procter & Gamble
  5. Unilever
  6. AB inBev
  7. JBS
  8. Coca Cola
  9. Philip Morris
  10. L’Oreal S.A.

 

Merek Produk FMCG Dunia

Berdasarkan laporan Kantar’s Brand Footprint 2020, berikut daftar 10 merek produk FMCG pilihan konsumen global:

  1. Coca-Cola
  2. Colgate
  3. Maggi
  4. Lay’s
  5. Lifebuoy
  6. Pepsi
  7. Sunsilk
  8. Dove
  9. Indomie
  10. Nescafe

 

Perusahaan FMCG di Indonesia

Daftar perusahaan FMCG (dan kosmetik) di Indonesia yang menjadi Top 5, berdasarkan Indonesia Most Admired Company Award 2020 yang dikeluarkan oleh Warta Ekonomi:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  • PT Nestle Indonesia
  • PT Mayora Indah Tbk
  • PT Unilever Indonesia Tbk
  • PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company
  • PT Mandom Indonesia Tbk
  • PT Paragon Technology and Innovation
  • PT L’Oreal Indonesia
  • PT Mustika Ratu Tbk
  • PT Fabindo Sejahtera

 

Merek Produk FMCG di Indonesia

Berdasarkan laporan Kantar’s Brand Footprint 2020, berikut daftar 10 merek produk FMCG pilihan konsumen Indonesia:

  1. Indomie
  2. So Klin
  3. Kapal Api
  4. Royco
  5. Mie Sedaap
  6. Indofood
  7. Frisian Flag
  8. Lifebuoy
  9. Downy
  10. Sunlight

 

Nah, bagaimana? sudah mendapatkan gambaran ya mengenai apa itu fast moving consumer goods. Saya berharap tulisan ini bisa menjadi sebuah perkenalan singkat namun jelas mengenai definisi, karakteristik, kategori, produk, industri, perusahaan, dan merek FMCG. Semoga bermanfaat! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *