Memulai Tahun Baru dengan Membereskan Hal-Hal Kecil Terlebih Dahulu

Sudah lama sejak tulisan terakhirku di blog. Mungkin seperti kebanyakan kaum penunda sejati: menunggu waktu yang tepat untuk menulis lagi. Biasanya, awal tahun yang baru adalah waktunya.

Aku pernah menulis dengan tema tahun baru, tapi bukan tentang resolusi. Aku menulis tentang evaluasi hidup di tahun sebelumnya. Semacam introspeksi. Cukup berbeda dengan tema umum, yang biasanya mem-posting tentang cita-cita, rencana-rencana, target-target di tahun baru. Tapi akhirnya hal itu menghasilkan sesuatu yang baik bagiku. Aku memang mengawali tahun itu dengan pemikiran yang cukup jernih,  terkait juga dengan pilihan karir yang baru dan berbeda dari sebelumnya.

Beberapa kali aku membaca percakapan tentang atomic habbits di dunia maya. Percakapan tersebut membahas tentang kebiasaan kecil yang akan memengaruhi kebiasaanmu secara keseluruhan. Referensi serupa di Youtube juga merekomendasikan video-video motivasi dari perwira Navy Seal maupun U.S. Marine yang mengatakan: harimu ditentukan sejak dari kasur tempatmu tidur. Omong kosong soal menaklukkan hari kalau kita gagal merapikan tempat tidur kita. Seize the day diawali dengan rapikan kasurmu dulu!

Tidak heran film-film perang Hollywood, sekonyol apapun jalan ceritanya, biasanya tetap menampilkan adegan inspeksi mendadak komandan pada kompinya di pagi hari. Lalu si komandan akan mengecek satu-persatu dengan detail: kerapian dan kebersihan tempat tidur para prajurit, baru kemudian memeriksa seragam dan senjata mereka.  

Ada beberapa kebiasaan kecil lain yang ternyata memiliki manfaat tak terduga: mencuci piring dan gelas bekasmu makan! Bill Gates dan Jeff Bezos menggunakan moment mencuci piring ini sebagai waktu untuk bermeditasi. Asal dilakukan dengan sadar dan ikhlas. Dari Youtube-nya, Pandji Pragiwaksono juga beberapa kali mengatakan kalau dia juga mencuci piring dan gelasnya sendiri. Disambi mendengarkan podcast atau saluran Youtube lain.

Yang terakhir sebenarnya adalah kebiasaan menulis dengan tangan. Kebiasaan yang sudah aku lakukan sejak TK sampai kuliah ini hampir punah sejak aku mulai bekerja. Dan dampaknya adalah tulisan tanganku yang semakin sulit dibaca, bahkan kadang oleh diriku sendiri. Maka aku menulis lagi. Dengan tangan. Dan dalam huruf latin. Beberapa temanku juga masih melakukannya. Mereka bilang, menulis dengan tangan akan membantu kita mengingat lebih baik tentang apa yang kita tulis, daripada jika kita menulis di perangkat digital.  

Aku akan berusaha membereskan kebiasaan-kebiasaan kecilku di tahun 2021 ini. Dengan harapan, aku dapat menjadi pribadi yang lebih mangkus dan sangkil. Ok, aku belum akan menulis tentang betapa tahun 2020 mengubah hidup kita. Juga tentang pandemi yang mengungkung sampai hari ini. Aku hanya ingin menyampaikan: kita bukan satu-satunya manusia di bumi yang mengalami kesedihan dan kesusahan, dan dunia tidak peduli. Dunia tetap berjalan ke depan. Maka, biasakan dirimu. Enjoy 2021!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *