Dalam Masa Pandemi, Kita Semua Mencoba Bertahan

black plague pinterest

sumber: pinterest

Kita tidak sedang baik-baik saja. Keadaan di mana kita harus menutup dan menjaga jarak dari yang lainnya ternyata melelahkan. Bahkan bagi kaum introvert sekalipun. Mereka yang biasanya akan sangat menikmati momen untuk tidak kemana-mana, selalu ingin segera pulang, kali ini juga terdampak kejemuan. Yang paling tenang pun merasa jemu sekarang.

Pandemi ini menyebabkan kita sebagai anggota masyarakat mengubah cara berinteraksi. Ya memang, banyak yang tidak mau berubah. Masih saja ada yang menolak untuk memperhatikan bahwa dalam situasi yang sejatinya genting ini kita harus rela berubah, tetapi tidak melakukan apa-apa. Alasannya sangat “tidak berdosa”, yaitu: “toh kami masih baik-baik saja”.

Entah sudah berapa banyak jiwa-jiwa baik yang mengorbankann dirinya demi melawan pandemi. Mereka tidak hanya mempertaruhkan nyawa, tapi perasaan juga. Masa kalian pikir para dokter dan tenaga medis tidak memiliki keluarga? Yang harus mereka tinggalkan sejenak atau mungkin selamanya demi tetap bekerja. Atau minimal mereka memiliki seseorang yang mereka anggap penting. Kalian tidak bisa membayangkan kewarasan hati mereka dipertaruhkan juga demi menjaga kita tetap selamat?

Jika kita sudah merasa kalah dan ingin menyerah, bisa jadi hal ini akan menjadi kisah paling menyedihkan dari hidupmu. Sementara kita hanya diharuskan untuk tetap di rumah, menjaga kebersihan dengan lebih giat, lalu menjaga jarak fisik. Untuk hal-hal sepele itu kita merasa tidak kuat? Mungkin memang kita terlalu lemah untuk menjadi bagian dari masyarakat yang beradab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *