3 Profesi Kekinian yang Menjanjikan di Era Digital

info.focustsi.com

info.focustsi.com

Tahun baru ganti pekerjaan baru? Kenapa tidak?

Era digital membuat lingkungan bisnis menjadi sangat dinamis. Sengitnya persaingan usaha dan perkembangan teknologi memaksa perusahaan untuk menyesuaikan strategi dan aksi bisnis dengan cepat, dan tidak jarang pula dengan perubahan yang drastis. Hal ini menyebabkan beberapa fungsi pekerjaan harus berubah, ditambahkan atau bahkan musnah.

Nah, di sini saya akan membahas profesi kekinian yang dibutuhkan untuk memenangkan kompetisi bisnis di era digital. Tiga profesi yang menjanjikan baik dari segi karir maupun penghasilan di tahun ini bahkan sampai 5 tahun yang akan datang. Lengkap dengan deskripsi pekerjaannya, kemampuan yang dibutuhkan untuk sukses, gaji dan siapa saja yang berprofesi di bidang tersebut.


1) Digital Marketer

Dunia maya adalah salah satu faktor yang menyebabkan aktivitas pemasaran tidak hanya bisa dibatasi dengan above the line dan below the line. Bisa dibilang cara hidup masyarakat sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari interaksinya dengan dunia maya. Platform dan aplikasi digital berkembang dan digunakan secara luas. Media sosial memberi warna baru dalam cara manusia bersosialisasi.

Hal ini mempengaruhi pula pola konsumsi dan bagaimana masyarakat memutuskan membeli sesuatu. Oleh karena itulah peran Digital Marketer diperlukan untuk mengelola pemasaran melalui medium digital.

anatomy of digital marketing

kemampuan yang dibutuhkan dari Digital Marketing Manager/esearchadvisors.com

Digital Marketer bertanggungjawab atas konten, website perusahaan, semua media sosial perusahaan, email marketing, SEO (Search Engine Optimization) sampai mobile marketing. Digital Marketer mengelola kampanye digital atas produk atau kegiatan perusahaan agar berhasil, seperti menjadi trending di media sosial. Mereka juga harus mampu mengelola secara harian media sosial dan website resmi perusahaan, menyampaikan dan menjaga citra brand di kalangan netizen.

digital marketing

contoh lowongan kerja Digital Marketing/jobstreet.co.id

Permintaan untuk posisi ini meningkat seiring kesadaran perusahaan untuk menggarap secara serius pemasaran digital. Kesempatan berkarir di perusahaan consumer goods, ritel, perbankan atau semua perusahaan yang model bisnisnya business to consumers terbuka lebar untuk posisi ini. Penghasilannya pun lumayan besar. Berdasarkan Kelly Services and Intelligence Indonesia, pada tahun 2017 saja posisi Head of Digital Marketing sudah di kisaran Rp25 juta – Rp55 juta per bulan.

head of digital marketing bca

Duardi Prihandiko (kanan)/bca.co.id

Contoh Pelaku Digital Marketing adalah Duardi Prihandiko, Vice President Digital Marketing BCA. Dia berhasil membawa BCA memborong tujuh penghargaan sekaligus di Social Media & Digital Marketing Award 2015. Simak pesannya tentang proses digital marketing: “Menjalankan digital marketing itu harus coba terus. Gagal, coba lagi, belajar dari kegagalan, sukses, terus eksperimen. Jangan pernah takut untuk bereksperimen di dunia marketing.”

2) Data Scientist

Apa bedanya dengan Data Analyst? Kalau Data Analyst mengumpulkan dan mengolah data agar menjadi laporan yang mampu dimengerti oleh user (contoh: dewan direksi atau manajemen) untuk memahami kondisi perusahaan dan mengambil kebijakan, Data Scientist mengotak-atik data dengan lebih dalam. Ada lagi nih, kalau Data Analyst berkutat dengan data-data konvensional maka Data Scientist berjibaku dengan big data.

i.pinimg.com

kemampuan yang dibutuhkan dari Data Scientist/i.pinimg.com

Populernya penggunaan big data sekarang ini akan mubazir kalau data diolah hanya sekedar menjadi laporan. Data Scientist layaknya ilmuwan, melakukan penelitian dan eksperimen terhadap data-data yang ada untuk menemukan pola-pola tertentu yang bisa menjadi infomasi menguntungkan bagi perusahaan. Seperti misalnya tren konsumen, bagaimana pola konsumsi mereka sehingga perusahaan dapat menemukan “celah” untuk menginterupsi pola tersebut dan menawarkan produknya dengan efektif.

Data Scientist juga dapat melakukan forecasting dan prediksi dari pola data yang ada untuk memberikan rekomendasi pembelian kepada konsumen yang tepat. Salah satu output dari kerjaan Data Scientist adalah kenapa iklan-iklan internet di web yang sedang kita buka, bisa sesuai dengan barang yang sedang kita cari.

data scientist

contoh lowongan kerja Data Scientist/jobstreet.co.id

Profesi ini sedang sangat dibutuhkan karena perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang “mulai mekar” maupun perusahaan-perusahaan “tradisional”  yang sudah memahami pentingnya berbisnis dengan efektif dan efisien di era digital, memerlukan posisi ini untuk mengelola big data agar bisa diambil manfaatnya dengan optimal.

Karena ketersediaan talenta ini masih sangat langka di Indonesia, maka belum ada survei gaji versi Indonesia untuk Data Scientist. Satu-satunya sumber yang bisa didapat adalah dari Qerja.com yang berasal dari Robert Half, sebuah firma konsultan SDM luar negeri. Meskipun tidak dijelaskan apakah hasil survei di Indonesia atau bukan, perkiraan gaji tertinggi sebesar Rp14 juta (kemungkinan untuk posisi entry level) cukup masuk akal.

events.techinasia.com

Crystal Widjaja/events.techinasia.com

Salah satu Data Scientist Indonesia adalah Crystal Widjaja. Alumnus University of California, Berkeley, Amerika Serikat jurusan Metode Empiris ini sekarang bekerja di Go-Jek sebagai SVP Business Intelligence. Meninggalkan Silicon Valley yang menjadi impian anak-anak muda dunia sebagai tempat berkarir, Crystal memilih pulang ke tanah air untuk berkembang bersama Go-Jek. Dia tidak hanya ingin menciptakan aplikasi untuk generasi millenial tapi juga membuat perubahan, dampak sosial yang lebih besar.      

3) Growth Hacker

Dibandingkan dua profesi di atas, profesi ini mungkin adalah yang paling langka talentanya di Indonesia. Namun kebutuhan startup Indonesia untuk posisi Growth Hacker akan mendorong orang-orang yang berpotensi masuk ke bidang ini. Dan ingat hukum penawaran-permintaan, sementara talenta yang tersedia masih langka namun permintaannya besar, akan menyebabkan harga (baca: gaji) yang tinggi.

6ae3fe759ccfc05827895f602ae33629

karakter yang dibutuhkan untuk menjadi Growth Hacker yang hebat/tropical.io

Growth Hacker adalah perpaduan atau hybrid antara engineer dan marketer. Tugasnya adalah membuat perusahaan mencapai pertumbuhan dengan efektif dan efisien. Growth hacking menjadi alternatif bagi perusahaan rintisan yang budget-nya terbatas, yang tidak bisa melakukan iklan tradisional secara masif seperti iklan televisi atau menjadi sponsor untuk acara-acara besar. Growth hacker adalah mereka yang bisa kuat duduk berjam-jam untuk menganalisis data, berusaha memahami pengguna, mengenali cara pengguna mengadopsi produk dan membangun fitur-fitur yang dibutuhkan pengguna. Jadi selain fokusnya untuk mendapatkan pertumbuhan dari segi pengguna baru (new users) tapi juga pertumbuhan penggunaan fitur-fitur oleh pengguna yang ada (existing users).

Gambar 7

Willix Halim/detikinet.com

Belum ada survei gaji yang dirilis untuk posisi ini di Indonesia. Kalau dilihat dari prospeknya, posisi ini berpotensi besar untuk mendapatkan gaji yang tinggi. Nah contoh Growth Hacker Indonesia yang terkenal di bidangnya adalah Willix Halim. Peraih tiga gelar (sekaligus!) di bidang mechanical, electronic dan computer science dari University of Melbourne ini sekarang adalah COO Bukalapak setelah sebelumnya bekerja sebagai SVP of Growth Freelancer.com, sebuah startup digital asal Australia. Freelancer sendiri menjadi perusahaan marketplace freelancing terbesar di dunia saat ini.

 

5 tanggapan pada “3 Profesi Kekinian yang Menjanjikan di Era Digital”

  1. dari 3 profesi ini yang saya tahu cuma Gidital Marketer, haha, yang lain saya ndak tau kalau ga baca artikel ini..
    Ngomongin soal big data, katanya sekarang itu bukan minyak bumi lagi yang menjadi sumber mining berharga, melainkan data, yaaa big data, makanya ga heran juga orang yang ngurusin big data gajinya gedeehhh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *